Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa segala amal-amal kita jika tidak diimbangi dengan shalat maka amal-amal kita tidak ada artinya. Oleh karena itu, kita sebagai orang muslim yang beriman dan bertaqwa harus selalu memelihara shalat. Selain untuk menjaga nilai dari amal-amal kita, shalat pun dapat memperpanjang usia kita.
Amal yang memiliki pahala berlipat ganda,diantaranya :
Perbanyak shalat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram
Diriwayatkan, shalat satu rakaat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 rakaat di masjid biasa.Jabir bin Abdullah menceritakan bahwa Rasulullah bersabda,"Shalat di masjidku(Masjid Nabawi) ini lebih utama daripada 1000 kali shalat ditempat lain, kecuali Masjid Al-Haram. Shalat di Masjid Al-HAram lebih utama daripada 100.000 shalat ditempat lain." (HR.Ahmad)
JIka kita membiasakan shalat rawatib 12 rakaat setiap hari, maka setiap tahun jumlah rakaat shalat kita akan mencapai 4.320 rakaat. Tapi, dua rakaat di Masjidil Haram,Makkah, sama dengan 200.000 rakaat shalat di masjid lain. Artinya, jika kita ingin memperoleh pahala 200.000 rakaat, dibutuhkan sekitar 46 tahun. Itupun, kita harus melaksanakan shalat sunnah secara sempurna setiap hari. Tidakkah dua rakaat di Masjidil Haram hanya membutuhkan waktu jauh lebih singkat daripada shalat sekitar 46 tahun ditempat lain?
Seandainya kita shalat 10 rakaat di Masjidil Haram, maka insyaAllah akan dicatat pahala sebanyak 1.000.000 rakaat. Dan untuk mencapai pahala sebanyak itu, kita harus menghabiskan waktu selama 231,5 tahun. Jadi, dengan shalat di Masjidil Haram, seolah-olah kita memiliki umur yang panjang sekali. Dan ini bukan berarti cukup shalat di Masjidil Haram saja, tetap kita tidak boleh meninggalkan shalat walaupun kita sudah pernah shalat di Masjidil Haram.
Shalat Jama'ah di Masjid
Abu Hurairah r.a meriwayatkan sabda Rasulullah:"Shalat bersama iman lebih utama daripada 25kali dalam shalat sendiri."
Dalam riwayat Ibnu Umar, Rasulullah bersabda:"Shalat berjama'ah lebih utama daripada shalat sendiri sebanyak 27 derajat."
Ilustrasi; Jika dua orang yang meninggal dunia pada umur yang sama. Salah satunya biasa menunaikan shalat fardhu dirumah selama hidupnya. Yang satu lagi menunaikannya di masjid secara berjama'ah. Dengan begitu, jumlah pahala shalat orang yang kedua lebih banyak daripada yang pertama sebanyak 25 atau 27 kali per setiap shalatnya. Bukankah orang yang kedua seakan-akan hidup lebih lama dari yang pertama.
Syaikh Ibrahim An-Nu'aim juga menceritakan bahwa suatu hari, dia pernah melihat seorang pemuda shaleh yang tak pernah ketinggalan shalat berjama'ah di masjid. Jika ia tidak dapat mengerjakan shalat di masjid yang di tuju, ia berusaha mengarahkan kendaraannya ketempat lain, dengan harapan ia dapat melaksanakan shalat berjama'ah disana.
Mengerjakan Shalat sunnah di Rumah
Suhaib Ar-Rumi menceritakan bahwa Rasulullah pernah bersabda,"Shalat sunnah seseorang dimana ia tidak dilihat oleh manusia lebih utama 25 kali dariapda shalat yang disaksikan oleh manusia."
Salah seorang sahabat Rasulullah meriwayatkan tentang keutamaan shalat sunnah seseorang di rumahnya daripada shalat yang dilihat manusia seperti keutamaan shalat wajib atas shalat sunnah. Itu berarti bahwa jumlah kebaikan yang diperoleh bagi orang yang shalat sunnah di masjid selama 25 tahun dapat kita kerjakan selama satu tahun, jika kita mengerjakannya di rumah atau di tempat lain yang tidak dilihat manusia. Apakah kita rela kehilangan pahala sebesar ini. Karena itu, usahakanlah agar kita mengerjakan shalat sunnah jauh dari penglihatan manusia. Sebab, itu lebih jauh dari perbuatan riya, selain lebih besar pahalanya.
Zaid bin Tsabit meriwayatkan sabda Rasulullah:"Kerjakanlah shalat di rumah kalian. Sebab, sesungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat wajib."
Rutin Shalat Dhuha
Manusia memiliki 360 persendian. Untuk itu, Rasulullah mendorong umatnya untuk menunaikan shadaqahnya setiap hari sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas guyuran nikmat yang senantiasa dirasakan.
Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda,"Anak Adam memiliki 360 persendian. Setiap persendian mempunyai shadaqah yang haras ditunaikan. Kalimat thayyibah yang diucapkan seseorang adalha shadaqah, memberikan sesuatu kepada saudaranya adalah shadaqah, meminum air dari jerih payah sendiri adalah shadaqah, menghilangkan duri dari jalanan adalah shadaqah.
Dengan shalat dhuha 2 rakaat atau lebih, hak shadaqah dari setiap persendian itu tertunaikan. Jadi kita punya banyak waktu untuk melakukan amal-amal lainnya.
Ada amal-amal lain yang dapat memperpanjang usia kita, diantaranya :
1. Shalat malam Lailatul Qadar,"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan" (Al-Qadr:3)
2. Isya berjama'ah,"Barang siapa shalat isya berjama'ah, maka ia seperti melaksanakan shalat setengah malam. Dan barang siapa shalat isya dan fajar (subuh) berjama'ah, maka itu sebanding dengan melaksanakan shalat malam penuh."
3. Dua rakaat sebelum subuh,"Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan isinya."
4. Menghadiri majelis. Abu Umamah meriwayatkan sabda Rasulullah,"Barang siapa berangkat ke masjid dimana ia tidak menghendaki kecuali mempelajari kebaikan atau mengerjakannya, maka baginya pahala seperti orang berhaji secara saempurna."(HR. Ath-Thabrani, Hakim,dll)
5. Shalat di Masjid Quba. Dalam riwayat An-Nasa'I, "Barang siapa keluar hingga ia sampai ke Masjid Quba lalu ia shalat di dalamnya, maka pahalanya itu sama dengan pahala orang yang berumrah."
6. Memberi buka puasa. Zaib bin Khalid Al-Juhani meriwayatkan, RAsulullah bersabda,"Barang siapa yang memberikan buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu. Hanya saja itu tidak akan mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun."
Wallahu'alam.
Sumber: Buku "Jangan Sekali-kali Lalaikan Shalat",Muhamad Yasir (dengan sedikit perubahan, yang tidah merubah makna-red)






0 komentar:
Posting Komentar